KARIMUN, Beritategas.com — Kabupaten Karimun secara karakteristik wilayah kepulauan dan keterbatasan lahan, bukan daerah penghasil utama pangan berskala besar. Sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Namun Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun tidak berdiam diri, justru menyesuaikan strategi dengan kemampuan tanah yang ada.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Sukrianto Jaya Putra, menyampaikan bahwa keterbatasan lahan bukan alasan berhenti. Fokus diubah: tidak memaksakan tanaman yang tidak cocok, tapi memperkuat yang mampu tumbuh di tanah Karimun.
Langkah konkret yang sedang dijalankan:
1. Mengembangkan Padi yang Sesuai Tanah Padi Gogo Varietas Cakrabuana
Alih-alih memaksakan sawah beririgasi yang terbatas, dikembangkan padi gogo di lahan kering. Telah dilaksanakan panen perdana di Desa Pangke Barat dan Kecamatan Moro. Varietas ini dipilih karena tahan kondisi lahan kering, cepat panen, dan tahan hama.
2. Perkebunan Kelapa
Alokasi 500 Hektar dari Kementerian Pertanian. Karimun menerima jatah pengembangan perkebunan kelapa seluas 500 hektar, bagian dari total 2.000 hektar untuk seluruh Provinsi Kepulauan Riau. Bantuan lengkap: bibit unggul, pupuk, hingga dukungan biaya operasional petani.
3. Program Satu Desa Satu Produk
Setiap desa didorong memiliki minimal satu produk unggulan sesuai potensi masing-masing ayam petelur, kopi, nanas, cabai, kelapa, dan lain-lain, agar tidak bersaing pada komoditas yang sama.
4. Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi
Sedang dirancang sistem rantai pasok terpadu dari pembibitan, pakan, hingga pemasaran langsung agar harga ayam dan telur lebih terjangkau serta peternak lokal mendapat keuntungan lebih besar. Selama ini harga pakan tinggi dan rantai pasok panjang membuat harga di Karimun relatif mahal .
5. Gerakan Konsumsi Pangan Lokal Diversifikasi Sumber Karbohidrat
Dinas juga gencar mensosialisasikan sagu, ubi, singkong, jagung sebagai alternatif pangan.
“Kita bisa kenyang tidak hanya dengan beras,” ujar Sukrianto seraya menambahkan mengurangi ketergantungan impor beras dari luar.
6. Mengoptimalkan Lahan Pekarangan & Lahan Tidur
Mendorong warga menanam sayur dan buah di halaman rumah serta memanfaatkan lahan yang belum terpakai. Juga menyalurkan bantuan alat pertanian, benih unggul, dan pendampingan penyuluh lapangan .
“Kita sadar Karimun butuh sekitar 3.500 hektare lahan sekadar untuk swasembada beras, luas yang tidak kita miliki. Jadi strategi kita bukan memaksakan hal mustahil, tapi apa yang tanah ini mampu berikan. kita maksimalkan. Kelapa, padi gogo, nanas, cabai, sagu, peternakan. Sedikit demi sedikit kurangi bergantung kiriman dari luar,” jelas Sukrianto Jaya Putra.
Dinas juga terus memantau harga pangan tiap bulan, berkoordinasi dengan daerah penyuplai agar pasokan tetap tersedia dan terjangkau sambil terus menambah persentase produksi lokal sesuai kemampuan lahan yang tersedia.
Pewarta: Agushz
Editor : Firman















