JAMBI, Beritategas.com – Hakikat kemenangan dalam Al-Qur’an mencakup setidaknya ada beberapa bagian yang diawali dengan keimanan kepada Allah SWT. Hal itu disampaikan oleh ust. Sadam Husen, S.Sy dalam kajian Islami, Jumat 7 Jumadil Akhir 1447/ (28/11/2025).
Saudara seiman, setiap muslim tentunya menginginkan Islam meraih kemenangan. Gambaran yang sempurna tentang kemenangan Islam digambarkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla di dalam firman-Nya:
Artinya, “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci. “ (QS. Ash-Shaf: 8)
Gambaran ini kita dapati pada dakwah dan jihad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebelum beliau wafat Islam sudah menyebar ke seantero Arab, berhala-berhala disingkirkan dari Kota Makkah, syariat Allah hadir dalam kehidupan nyata. Sebuah potret kemenangan ideal yang sangat didambakan umat Islam hari ini.
Akan tetapi potret di atas bukan satu-satunya bentuk kemenangan yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, banyak potret-potret kemenangan yang digambarkan di dalam Al-Qur’an, apabila kita salah memahaminya akan berakibat kepada rusaknya dakwah dan perjuangan Islam.
Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah.
Salah dalam memahami hakikat kemenangan akan berakibat pada lahirnya sikap isti’jal atau terburu-terburu untuk melihat hasil dakwah dan perjuangan, lahirnya berdampak pada bergesernya seseorang dari prinsip-prinsip Islam dengan harapan dapat melihat buah dakwah dan perjuangan.
Sebuah ilustrasi sederhana, ketika seorang dai berdakwah, memahamkan kepada umat hakikat Islam, menjelaskan kepada umat tauhid, menerangkan halal-haram di tengah masyarakat, mengajak umat untuk berjuang dan berjihad menegakkan Islam.
Namun seiring berjalannya waktu, dakwahnya tidak kunjung diterima, masyarakat tidak ada yang mengikutinya, pengikutnya juga tidak banyak sehingga tanpa sadar dia berpikir bahwa dakwahnya gagal, dia tidak diberi kemenangan. Kemudian dia berpikir untuk mengubah haluan dakwahnya, yang pada awalnya sudah berada di atas manhaj yang benar, diubah ke arah yang salah.
Oleh karena itu, perlu bagi kita semua umat Islam untuk memahami hakikat kemenangan sebagaimana digambarkan Alquran kepada kita.












