Haji Mabrur dan Mabruroh: Bukan Sekadar Gelar, Tapi Perubahan Akhlak

JAMBI, Beritategas.comHaji merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik sampai kepada kemampuan finansial. Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia menunaikan ibadah haji dengan harapan besar yaitu menjadi haji yang mabrur. Lantas, apa itu “haji mabrur”? Haji mabrur bukan sekadar gelar, tetapi menjadi tanda bahwa ibadah haji seseorang diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan membawa perubahan positif dalam kehidupannya.

Secara bahasa, kata mabrur artinya baik atau diterima. Berkaitan dengan haji, haji mabrur yaitu haji yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan, dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad Nabi Muhammad Shalallahu Wassalam (SAW), serta tidak tercampur dengan perbuatan maksiat, perkataan yang kotor, maupun perilaku buruk selama pelaksanaan ibadah haji

Bacaan Lainnya

Tak hanya itu, haji mabrur juga memberikan pengaruh positif pada kehidupan sehari-hari, pasca berhaji. Hal ini dilihat dari akhlak yang membaik, ibadah yang semakin meningkat, dan hablumminannas yang makin rekat.
Melalui Al-Qur’an, Allah Subhhanahu wa Ta’ala memerintahkan kita untuk menyempurnakan ibadah haji.

Hal ini dijelaskan pada Q.S Al-Baqarah ayat 196: 

… وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِۗ

Artinya: “Dan sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah.” (Q.S Al-Baqarah ayat 196)

Ayat ini mengandung makna bahwa agar ibadah haji diterima, maka membutuhkan niat yang lurus dan pelaksanaan yang sesuai syariat. Lalu, mengapa umat muslim sangat mendambakan haji mabrur? Hal ini tak lain karena sabda Rasulullah SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: العُمْرَةُ إِلَى العُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالحَجُ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءً إِلَّا الجنَّة

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: Umrah satu ke umrah lainnya adalah penebus dosa antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada pahala baginya selain surga.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). 

Hadis ini mendorong umat Islam untuk menjalankan ibadah haji dengan sebaik-baiknya. Sebab, haji mabrur juga bagian dari amalan yang utama. Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: “Dari Abu Hurairah ra.,
Rasulullah SAW ditanya, amalan manakah yang paling utama? Beliau menjawab: Iman kepada Allah dan Rasul-Nya. Lalu ditanya lagi: Lalu apa? Beliau menjawab: Jihad fi sabilillah. Lalu ditanya lagi: Kemudian apa lagi? Jawab Beliau: Haji mabrur.” (HR. al-Bukhari).

Imam Nawawi menjelaskan bahwa haji yang mabrur adalah ibadah yang diterima oleh Allah SWT, dijalankan tanpa ada unsur riya, dan terbebas dari perbuatan dosa
Namun, haji mabrur bukan semata-mata dinilai dari kelancaran pelaksanaan rangkaian ibadah haji saja. Yang lebih penting adalah apa yang berubah sepulang dari hajinya. Haji yang mabrur akan membentuk pribadi menjadi berakhlaqul karimah. 

Seorang tersebut akan menjadi pribadi yang lebih dekat dengan Allah dan lebih peduli terhadap sesama. Hal itulah yang menjadi tanda haji mabrurnya seseorang.
Selain menjadikan seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, bahkan pahala haji mabrur juga setara dengan jihad fi sabilillah.

Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

عَنْ عَائِشَةَ أَمِّ الْمُؤْمِنِينَ قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا نَخْرُجُ تُجَاهِدُ مَعَكُمْ قَالَ لَا جِهَادُكُنَّ الحَجُّ الْمَبْرُورُ وَهُوَ لَكُنَّ جِهَادٌ

“Dari Aisyah umul mukminin berkata: Wahai Rasulullah, apakah tidak sebaiknya kami keluar ikut berjihad bersamamu? Beliau menjawab: Tidak, jihad kalian adalah haji mabrur dan itu adalah jihad bagi kalian.” (HR. Ahmad).

Pahala yang besar itupun disertai dengan ampunan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sampai diibaratkan bagai bayi suci yang baru lahir. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa yang berhaji lalu ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. at-Tirmidzi: Hasan Shahih).

Menyempurnakan rukun Islam dengan melaksanakan haji merupakan nikmat Allah yang begitu besarnya. Dengan keutamaan haji mabrur yang banyak itulah, menjadikan sempurnanya haji seseorang, yang tentu diimpikan bagi setiap umat muslim yang melaksanakan ibadah haji.

Dari apa yang telah dipaparkan, bahwa ciri utama seseorang meraih gelar mabrur atau mabruroh dapat dilihat dari transformasi nyata dalam sikap dan perilaku.

Indikator perubahan tersebut, yakni Akhlak dan Lisan yang Lebih Terjaga: Memiliki tingkat kesabaran yang lebih tinggi, tidak lagi mudah marah, menjauhi ghibah (bergunjing), serta berkata-kata dengan lebih santun.
Mampu mempertahankan kualitas ibadah dan kebaikan setelah kembali ke tanah air. Diterima atau tidaknya ibadah haji seseorang sangat ditentukan oleh konsistensi mereka dalam mempraktikkan nilai-nilai ihram, tawaf, dan sai dalam rutinitas kehidupan sehari-hari. (Disarikan dari berbagai sumber).

Pewarta: A. Erolflin
Editor : Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses