OKU TIMUR, Beritategas.com – Memasuki puncak musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres OKU Timur melakukan pengecekan kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla di wilayah kerja PT Musi Hutan Persada (MHP), Senin (07/09/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB tersebut dipimpin langsung Kapolres OKU Timur AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., didampingi Kabag Ops Polres OKU Timur Kompol Darmanson, S.H., M.H., Kasat Intelkam AKP Andy Bintoro, S.H., M.M., Kasi Humas AKP Supardi, S.H., Kapolsek Martapura, Kapolsek BP Peliung, personel Unit II Sat Intelkam, Kanit Intel Polsek Martapura, serta awak media.
Setibanya di lokasi, Kapolres OKU Timur beserta rombongan diterima General Manager PT MHP Harnadi Panca Putra, Manager PT MHP Apriansyah Dwi Putra, S.H., Manager PT MHP Jatra Andali, Kepala Pengamanan PT MHP serta jajaran pegawai perusahaan.
Dalam kesempatan tersebut, pihak PT MHP memaparkan kondisi perkebunan sekaligus sistem kesiapsiagaan dan penanggulangan Karhutla yang telah disiapkan perusahaan.
PT MHP merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan pemanfaatan hasil hutan kayu. Dalam menghadapi potensi Karhutla, perusahaan saat ini menetapkan kondisi kewaspadaan pada skala merah atau status siaga.
Sebagai langkah antisipasi, PT MHP telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah lokasi yang dianggap rawan terjadi kebakaran. Perusahaan juga melakukan pemantauan melalui tiga menara pantau kebakaran serta menyiapkan 24 titik embung air yang dapat dimanfaatkan dalam penanganan apabila terjadi kebakaran.
Kapolres OKU Timur mengapresiasi langkah cepat dan kesiapsiagaan yang telah dilakukan pihak perusahaan.
“Terima kasih kepada PT MHP yang telah melakukan respons cepat dalam penanganan dan pencegahan Karhutla.
Kita harus bersama-sama membangun sinergi dalam upaya penanggulangan Karhutla,” ujar Kapolres dalam arahannya.
Kapolres juga menekankan pentingnya ketersediaan sumber air sebagai salah satu faktor utama dalam menghadapi Karhutla. Karena itu, keberadaan embung air dinilai sangat penting untuk mendukung kecepatan pemadaman apabila terjadi kebakaran.
“Kita mendorong agar sistem tampung air, khususnya embung, terus dipersiapkan dan dimaksimalkan sebagai salah satu sarana utama dalam menanggulangi Karhutla,” tegasnya.
Cek Embung hingga Simulasi Pemadaman
Usai paparan, rombongan kemudian melakukan pengecekan langsung terhadap pembangunan dan kesiapan embung air yang berada di kawasan PT MHP.
Selanjutnya, sekitar pukul 11.40 WIB, dilakukan simulasi pemadaman Karhutla oleh Satuan Pengendalian Kebakaran (Satdalkar) PT MHP. Simulasi tersebut menjadi bagian dari pengecekan kemampuan personel dalam merespons secara cepat apabila terjadi kebakaran di kawasan perusahaan.
Untuk mendukung penanganan Karhutla, PT MHP telah menyiapkan berbagai peralatan pemadaman, antara lain gepyok api, gala pengkait kayu, caru tajam, sekop, kapak dua sisi, cangkul, lampu kapal, jeriken air, selang air, selang pompa induk, selang spiral, mesin mini staker, mesin Sanchin, nozzle mini staker, kunci selang, cabang dua splitter, parang, serta mesin air.
Selain peralatan manual dan mesin pemadam, perusahaan juga menyiapkan sejumlah kendaraan operasional berupa 7 unit traktor, 4 unit mobil double cabin, dan 3 unit mobil tangki gandeng.
Dari sisi personel, PT MHP telah menyiapkan regu Satdalkar yang terdiri dari 6 orang pemadam inti, 28 orang PKWT musiman, serta 46 orang bantuan karyawan PT MHP.
Sementara itu, kegiatan pemantauan dilakukan secara rutin melalui patroli serta penjagaan di tiga menara pantau kebakaran yang telah disiapkan perusahaan. Keberadaan 24 titik embung air juga menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan untuk mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api.






