Belajar Sebelum Fajar dan Disiplin Waktu Bawa Khairun Najah Raih Cumlaude UNJA dengan IPK 3,8

JAMBI, Beritategas.com – Khairun Najah, mahasiswi Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Fakultas Peternakan Universitas Jambi (UNJA), berhasil meraih predikat cumlaude dengan IPK 3,8 pada kegiatan Wisuda ke–120 UNJA yang berlangsung di Balairung UNJA Mendalo, pada Selasa (18/11/2025.)

Lahir di Muara Tembesi, Kabupaten Batanghari, Khairun menempuh studi selama 4 tahun 2 bulan hingga akhirnya menyelesaikan skripsi berjudul “Pengaruh Perbedaan Waktu Penangkapan Terhadap Hasil Tangkapan Jaring Insang di Sungai Batanghari yang Melintasi Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batanghari.”
Selama kuliah, Khairun merasakan kemudahan dalam mendapatkan lingkungan yang positif serta teman-teman yang suportif. Namun, ia mengaku tantangan terbesarnya berasal dari latar belakang pendidikan yang berbeda dengan bidang kuliah yang ditempuh.

Bacaan Lainnya

“Hal mudah selama kuliah di UNJA ialah mendapatkan teman-teman yang baik dan lingkungan yang positif, sedangkan hal terberat yaitu harus belajar ekstra karena saya merupakan tamatan SMK yang tidak belajar terlalu dalam mengenai Sains, sedangkan saya kuliah dibidang Sains,” ungkap Khairun.

Penyusunan tugas akhir juga menghadirkan kendala tersendiri, terutama saat mencari lokasi penelitian dan nelayan yang bersedia membantu proses pengambilan data. Meski begitu, Khairun tetap mampu menyelesaikannya berkat dorongan kuat dari orang tua, keluarga, serta bimbingan dosen pembimbing.

“Selama proses penyelesaian tugas akhir terdapat beberapa kendala, salah satunya mencari lokasi penelitian dan mencari nelayan yang bersedia membantu selama proses penelitian. Dalam penyelesaian tugas akhir ini juga support terbesar tentunya dari orang tua, keluarga, serta dosen pembimbing yang senantiasa memberikan saran dan masukkan,” tambahnya.

Dalam hal manajemen waktu, Khairun menerapkan pola yang disiplin sejak semester awal. Ia membagi waktu belajar, istirahat, dan ibadah dengan membuat timeline khusus untuk setiap tugas. Ia juga memilih belajar pada dini hari karena merasa lebih fokus dan tidak terganggu.

“Biasanya saya akan membuat time line mengenai tugas-tugas dan tenggat waktu yang ditentukan, sehingga setiap tugas memiliki waktu dan prioritas sendiri sesuai dengan tingkat kesulitan dan deadline dari tugas yang diberikan. Untuk waktu belajar saya lebih suka belajar pada dini hari atau sebelum terbit fajar, sehingga tidak mengganggu waktu istirahat. Dilanjutkan dengan ibadah 5 waktu, karena bisa istirahat di sela sela ketika beraktivitas,” jelasnya.

Terkait kepribadian, Khairun mengakui dirinya seorang introvert. Namun, ia berusaha membuka diri terhadap lingkungan baru dan tidak menjadikan sifat tersebut sebagai batasan untuk berkembang.

“Sebenarnya saya Introvert, tetapi dengan berjalannya waktu saya sadar bahwa tidak bisa terus terusan bersembunyi di balik kata “introvert” sehingga saya mendorong diri sendiri agar dapat berbaur bersama orang baru dilingkungan manapun. Saya juga kerap mengikuti seminar-seminar yang diadakan meskipun hanya sebagai peserta,” ujarnya.

Setelah lulus, Khairun berencana bekerja terlebih dahulu untuk menambah pengalaman. Ia juga memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang magister apabila kesempatan dan kondisi memungkinkan.

“Untuk planning sepertinya saya mencoba kerja terlebih dahulu untuk mencari pengalaman, dan sekiranya memungkinkan saya juga ingin melanjutkan pendidikan S2,” ungkapnya penuh syukur.

Khairun merupakan anak keempat dari empat bersaudara. Ayahnya seorang pensiunan PNS, sedangkan ibunya yang telah lebih dulu berpulang dan semasa hidupnya berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar dan menjadi salah satu sosok yang membentuk karakter dan semangat belajar Najah sejak kecil.

Dukungan keluarga inilah yang terus menguatkannya hingga akhirnya berhasil menyandang gelar sarjana. Menutup ceritanya, Khairun menyampaikan harapan untuk dirinya sendiri dan pesan untuk mahasiswa lain yang masih berproses agar terus berjuang tanpa takut mencoba hal baru.

“Harapan saya untuk diri sendiri tentunya dengan berkembang menjadi lebih baik lagi dan tidak takut untuk mencoba hal hal baru. Dan untuk teman teman yang masih berproses tetap semangat dan teruslah berjuang, karena setiap perjuangan pasti pasti membuahkan hasil, selain itu do’a dan kesabaran merupakan kunci dari kesuksesan,” pesannya.

Dengan perjalanan akademik yang penuh ketekunan serta dukungan keluarga, Khairun Najah menjadi contoh bahwa keberanian untuk mencoba, belajar, dan terus melangkah mampu membuka jalan menuju keberhasilan.

Kunjungi : www.unja.ac.id.

Pewarta: A.Erolflin
Editor: FirmanIkuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI

banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses