OGAN KOMERING ILIR, Beritategas.com — Banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas warga di sejumlah wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, mulai berangsur surut. Penurunan debit air terlihat di beberapa desa terdampak, khususnya di Kecamatan Lempuing, sehingga memungkinkan warga kembali ke rumah dan memulai proses pembersihan lingkungan.
Pantauan di Desa Tebing Suluh menunjukkan ketinggian air menurun signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Meski masih terdapat genangan di sejumlah titik, kondisi dinilai lebih terkendali.
“Sabtu lalu air setinggi dada orang dewasa, sekarang sudah jauh surut,” ujar Trisno, warga Desa Tebing Suluh. Rabu (14/1/2026).
Kondisi serupa terjadi di Desa Sumber Makmur. Sebanyak 30 kepala keluarga yang sebelumnya mengungsi di SDN 1 Sumber Makmur telah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan.
“Mereka sudah kembali ke rumah masing-masing dan mulai membersihkan lingkungan,” kata Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin.
Seiring surutnya banjir, Pemerintah Kabupaten OKI mengalihkan fokus penanganan dari evakuasi darurat ke pemulihan pascabanjir, terutama pada aspek kesehatan masyarakat. Bupati OKI H. Muchendi menegaskan, fase pascabanjir justru memiliki risiko kesehatan yang tidak kalah besar.
“Surutnya banjir menandai fase baru penanganan bencana, yakni pemulihan pasca genangan,” ujar Muchendi saat meninjau Desa Cahya Tani, Lempuing.
Ia mengingatkan, paparan air kotor, lingkungan lembap, serta sanitasi yang belum sepenuhnya pulih berpotensi memicu penyakit kulit, infeksi, hingga gangguan kesehatan lain, terutama pada anak-anak dan lanjut usia.
Kepala Desa Cahya Tani, Yasin, mengatakan sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan ringan. “Ada warga yang mengeluh gatal-gatal, tapi sudah dilayani tenaga kesehatan. Sebagian warga lainnya sudah kembali beraktivitas normal,” ujarnya.
Merespons kondisi tersebut, Bupati Muchendi meminta layanan kesehatan tetap siaga dan hadir langsung di wilayah terdampak. Tenaga medis diminta melakukan pemeriksaan dasar, memantau kelompok rentan, serta menyediakan obat-obatan sesuai kebutuhan.
“Warga jangan menunggu sakit parah. Jika ada keluhan, segera datang ke pos kesehatan,” kata Muchendi.
Selain kesehatan, pemerintah daerah juga memantau dampak banjir terhadap infrastruktur dan fasilitas umum. Sejumlah jembatan gantung, sekolah, rumah ibadah, serta sekitar 595 hektare persawahan dilaporkan terdampak.
“Ada jembatan gantung menuju area persawahan yang sempat terdampak, alat elektronik sekolah rusak, serta ratusan hektare sawah terendam,” ujar Yasin.
Bupati Muchendi memastikan pemerintah akan melakukan langkah perbaikan secara bertahap. Untuk sawah yang terancam gagal panen (fuso), pemerintah daerah akan mengganti benih padi agar petani dapat kembali menanam.
Di akhir kunjungannya, Bupati mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan susulan, menjaga kebersihan lingkungan, memastikan air konsumsi layak, serta segera membersihkan lumpur dan sampah sisa banjir.
“Pemulihan hanya akan berhasil jika dilakukan bersama, dengan kewaspadaan dan kepedulian terhadap kesehatan,” ujarnya.
Pewarta/Editor: Firman










