SUKABUMI, Beritategas.com — SD Negeri Nanggerang menaruh harapan besar pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Lembursitu tahun ini. Salah satu peserta yang menjadi andalan adalah Abio, siswa kelas VI, yang dijagokan pada cabang Borangan untuk meraih prestasi hingga tingkat provinsi.
Ketua Panitia FTBI tingkat Kecamatan Lembursitu, Soekmawijaya, S.Pd.Gr. mengatakan, Bahwa sekolah memiliki tiga cabang unggulan, yakni Borangan, pupuh, dan maca aksara Sunda. Dari ketiga cabang tersebut, Borangan menjadi prioritas utama karena peserta dinilai memiliki potensi dan sebelumnya telah melaju hingga tingkat provinsi.
“Untuk yang paling dijagokan adalah Borangan. Mudah-mudahan tahun ini bisa meraih juara satu di tingkat provinsi,” ujarnya. Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, selain Borangan, cabang pupuh dan maca aksara Sunda juga memiliki peserta potensial yang diharapkan mampu memberikan hasil terbaik dalam kompetisi tersebut.
Soekma menjelaskan bahwa pelaksanaan FTBI tidak hanya berorientasi pada perolehan juara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan bahasa dan budaya Sunda di kalangan generasi muda.
“Harapan utamanya adalah *ngamumule* bahasa Sunda, artinya membudayakan bahasa daerah kita sendiri agar menjadi bagian dari budaya Sunda. Dari situ, budaya Sunda dapat menjadi jati diri bangsa,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan pasanggiri juga menjadi sarana untuk melatih mental kompetisi anak sejak usia sekolah dasar. Melalui perlombaan berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kota, hingga provinsi, peserta diharapkan terbiasa menghadapi tantangan dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Soekma berpesan, Kepada seluruh peserta agar tetap semangat dalam meraih prestasi. Ia juga mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah akhir dari segalanya, sementara kekalahan harus dijadikan motivasi untuk terus belajar dan mencoba kembali.
“Bagi yang menang, silakan berbangga, tetapi jangan berlebihan. Bagi yang belum berhasil, tetap mencoba karena tahun depan masih ada kesempatan,” pesannya.
Terkait pelaksanaan penjurian, panitia melibatkan lebih banyak dewan juri dari Kabupaten Sukabumi. Sejumlah juri dari wilayah kota juga dilibatkan, khususnya yang berstatus non-ASN, dengan mempertimbangkan ketentuan administrasi dan pelaporan keuangan kegiatan.
“Melalui penyelenggaraan FTBI, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mencintai bahasa Sunda, menjaga warisan budaya daerah, serta mampu berprestasi di berbagai tingkatan kompetisi.” tandasnya.






