Wali Murid Heran Kok Menu MBG Diberi Telur Mentah, Ini Penjelasan Pihak Dapur SPPG

Telur-Berita Tegas

OGAN ILIR, Beritategas.com – Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) AAJ yang bertempat di Jalan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, menuai tanda tanya dari sejumlah wali murid di SDN Indralaya Utara, pasalnya menu yang di terima oleh anaknya ada menu telur mentah. Hal tersebut pun dibenarkan oleh beberapa siswa SDN setempat, saat di konfirmasi oleh pihak media di Sekolah, Senin (19/1/2026).

Menurut salah satu wali murid berinisial S mengatakan bahwa anaknya sudah dua atau tiga kali dapat menu MBG telur mentah.

Bacaan Lainnya

“Anak saya dapat menu MBG telur mentah tapi saya lupa sudah dua atau tiga kali dapat menu MBG Telur mentah itu, yang pasti menu MBG yang tanggal 12 Januari 2026 ini anak saya di beri telur mentah sebanyak 2 butir dikemas dalam wadah kurma, yang lainnya saya lupa tanggal dan harinya, pokoknya lebih dari satu kali anak saya dapat menu MBG Telur mentah,” ungkapnya.

Wali murid tersebut heran, kok bisa menu MBG di beri menu Telur mentah. Wali murid pun merasa bahwa menu MBG telur mentah itu banyak mubazir nya karena tidak bisa dimakan, pecah pada saat masih sekolah.

“Saya heran kok bisa menu MBG diberi telur mentah, kenapa tidak telur yang sudah masak, lagian pula banyak yang pecah saat anak masih di sekolah. Sayangkan jadi mubazir saja, bahkan punya anak saya kemarin telurnya pecah didalam tas, mengotori tas dan buku sekolah baunya busuk dan amis, di cuci sudah kering, yang jadi susahnya lagi anak saya hanya punya satu tas tidak ada salinan, maklum kami ini hanya tidak mampu,” tuturnya.

Wali murid pun berharap untuk buah-buahannya jangan keseringan buah pisang dan jeruk.

“Bukan tidak bersyukur di kasih buah- buahan di menu MBG, tapi kalau bisa jangan diberi buah pisang dan jeruk terus bosan rasanya, itu pun buah jeruknya rasanya sering asam. Kalau bisa diganti buah yang lain,” harapnya.

Dan menurut para siswa SDN tersebut mengatakan memang benar mereka diberi menu telur mentah, sebanyak 2 butir pada tanggal 12 Januari 2026 kemarin.

“Benar bu. Kami tanggal 12 Januari kemarin diberi menu telur mentah, tapi sayang banyak yang pecah, kerena dibuat main oleh teman -teman di kelas,” ujarnya.

Masih kata Siswa, sebelum menerima ompreng MBG, pihak guru sudah memberitahukan kepada siswa bahwa telur yang diberi oleh pihak dapur telur mentah.

“Iya bu, kami sebelum menerima ompreng MBG diberitahu dulu bahwa telur MBG itu telor mentah. Jadi yang punya kami di goreng di rumah,” jelasnya.

Sementara itu menurut ketua dapur SPPG AAJ Saiful Anwar saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (19/1/2026), mengatakan bahwa jumlah penerima manfaat di dapurnya berjumlah 3005 orang dan untuk keuntungan pihak mitra sudah diatur oleh Badan Gizi Nasional.

“Dapur kami saat ini mempunyai penerima manfaat sebanyak 3005 orang, untuk keuntungan mitra saat ini ada peraturan baru dari BGN yaitu sebesar Rp 6.000.000 perhari tidak lagi berdasarkan jumlah banyak penerima manfaat,” terangnya.

Di waktu yang sama menurut ahli gizi dapur SPPG AAJ Anggun Asyista Aulia mengatakan bahwa menu telur mentah di dapur mereka sajikan itu memang sudah ada aturan dan diperbolehkan.

“Belum lama ini kami dari bidang ahli gizi, ada kegiatan zoom dengan pihak BGN tapi untuk hari apa waktu itu saya lupa kapan kegiatan zoom nya. Di kegiatan zoom itu, di jelaskan bahwa boleh memberi menu telur mentah asalkan untuk menu yang dirapel menu kering, dengan tujuan bisa di masak di malam harinya atau ke keesokan harinya. Saya juga tidak berani memberi menu telur mentah kalau memang tidak diperbolehkan oleh atasan saya, dan kalau memang ada keluhan dari wali murid kedepannya akan kita ganti dengan makanan yang sudah masak saja,” tegasnya.

Sementara itu menurut pemilik dapur Yosi Anggraini melalui saluran selulernya menjelaskan bahwa usaha dapur SPPG AAJ sudah enam bulan beroperasi. Menu yang mereka berikan sudah selesai dengan SOP yang ada. Jika memang ada kritik dan saran dari pihak penerima manfaat siap diterima depan akan terus berbenah diri.

“Selama ini kami selalu memberikan telur rebus, atas permintaan dari pihak guru dan rekan-rekan yang lain minta telur yang mentah, karena bisa dibawa pulang bisa dimasak telur ceplok atau dibuat telur dadar, nah atas permintaan itu, oke kami penuhi,” ungkapnya.

Di poin ke dua pihak dapur menjelaskan lagi bahwa sesuai Juknis (Petunjuk Teknis) dan arahan Badan Gizi Nasional (MBG) boleh memberikan telur mentah asalkan untuk dirapel menu kering. Karena seandainya hari ini sudah memberikan menu rendang ditambah dengan telur rebus, itu proteinnya bisa melebihi batas itu tidak diperbolehkan oleh BGN.

“Jadi telur dirapel hari itu bisa di masak di lain waktu, dan di kegiatan zoom baru-baru ini disarankan memang lebih disarankan telur mentah, telur mentah ini baru kami terapkan dalam satu minggu ini, sesuai dengan arahan dan permintaan dari guru dan rekan-rekan lainnya,”

“Kami setiap hari menerima kritik dan saran yang menurut kami sesuai dengan logika dan diperbolehkan di dalam aturan BGN, kami terima dan kami lakukan,” jelasnya.

Dengan adanya keluhan dari wali murid pihak dapur SPPG AAJ kedepannya akan memberikan telur masak.

“Kalau memang pihak wali murid keberatan di beri telur mentah, kedepan akan kami beri telur masak saja,” ujarnya.

Pihak mitra dapur SPPG AAJ juga menjelaskan bahwa dapurnya mulai beroperasi pada tanggal 12 Januari 2026, tidak sama dengan dapur-dapur yang lain. Pasalnya, dana anggaran didapurnya baru masuk pada tanggal 12, bukan pada tanggal 8 Januari 2026.

“Untuk di awal tahun 2026 ini, dapur kami mulai beroperasi pada tanggal 12 Januari 2026, tidak sama dengan dapur -dapur yang lain. anggaran dana dapur kami masuk pada tanggal 12 Januari bukan pada tanggal 8 Januari 2026. Atas instruksi dari pusat, kalau dana anggaran belum masuk jangan beroperasi dulu, tunggu dana anggarannya masuk saja, jadi menu yang kami berikan pada tanggal 12 Januari kemarin itu menu untuk tiga hari terhitung dari tanggal 8, 9 dan tanggal 12 Januari, di hari itu menu yang kami berikan ada menu basah dan juga menu kering,” jelasnya.

Tambahnya lagi, sebelum ompreng di serahkan dengan pihak sekolah Tim petugas VIP sudah konfirmasi dengan pihak sekolah bahwa telur itu mentah, kemasannya pun sudah diwanti-wanti di kemas dalam kap plastik dan diberi kantong plastik dan juga tidak di campur dengan roti.” tutupnya.

Pewarta : Rosita
Editor : Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses