Menu MBG Dapur SPPG Rantau Alai Masa Libur Sekolah Dikeluhkan Wali Murid, Ini Kata Mereka

MBG-Berita Tegas

OGAN ILIR, Beritategas.com – Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan oleh Dapur SPPG Rantau Alai kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir menuai keluhan dari para wali murid tingkat SMP di kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir, yang pada saat itu menemani anaknya untuk mengambil jatah MBG di sekolah, Senin (29/12/2025), lalu.

Menurut wali murid SMP yang nama dan sekolah tidak mau di sebutkan mengatakan bahwa, menu MBG selama libur sekolah tiga hari mulai dari hari Senin tanggal 29-31/12/2025 yang didapat oleh anak mereka hanyalah nasi putih, daging ayam satu iris, tahu goreng kecil 1, lalap mentimun Dua iris, tiga buah anggur, satu buah pir, satu kota susu, roti dan satu butir telor ayam rebus.

Bacaan Lainnya

Padahal uang anggaran menu sehari yang mereka ketahui untuk siswa tingkat SMP sebesar Rp 10.000 perhari. Jadi kalau untuk tiga hari berjumlah Rp 30.000. Sedangkan menu MBG yang mereka terima kalau diperhitungkan dengan uang jumlah hanya sekitar Rp 20.000,.

“Ini lah buk menu hari ini yang kami terima, katanya untuk selama tiga hari libur sekolah, mulai hari Senin ini tanggal 29 sampai dengan hari Rabu nanti tanggal 31 Desember 2025 ini,” ungkapnya.

Lanjut Wali Murid tersebut, menu yang mereka terima yaitu berupa menu basah dan menu kering.

“Menu basah yang anak kami terima berupa nasi putih, satu iris ayam goreng, tahu goreng kecil satu, saos sambal siap saji satu bungkus, dua potong irisan buah mentimun, dan tiga buah anggur. Untuk menu keringnya, anak kami dapat satu kotak susu cair, satu buah pir, satu roti dan satu telur ayam rebus, di totalnya diperkirakan sekitar 20.000, atau 21.000,- rupiah,” sebutnya.

Sedangkan menurut Wali Murid yang mereka ketahui satu hari anggaran menu per siswa untuk anak sekolah tingkat SMP adalah Rp 10.000,.

“Sudah jelas kita tahu jumlah anggaran 1 hari persiswa tingkat SMP, satu hari 10.000 rupiah. Jadi kalau jatah makanan ini untuk tiga hari atau selama liburan sekolah sungguh tidak sesuai dengan jumlah anggarannya. Jumlah menu ini kalau diperhitungkan dengan uang hanya sekitar 20.000 atau 21.000 rupiah, coba saja kita hitung: nasi putih 2000, satu iris daging ayam 2.000, satu tahu goreng kecil 1.000, tiga buah anggur 2.000, saos siap saji satu bungkus 1.000, lalapan dua iris mentimun buatlah 500. Sedangkan untuk menu keringnya: satu bungkus Roti 3.000, satu sus 2.500, satu telor rebus 2.500 dan satu buah pir 3000 rupiah,” ujarnya.

Wali murid itu berharap untuk program MBG ini bisa diganti uang saja, karena kuat diduga menjadi ajang korupsi.

“Kalau saya sih lebih suka kalau program MBG ini bisa diganti uang saja karena kalau dikasih makanan inilah contohnya, diduga tidak sesuai dengan anggarannya. Kalau diganti uang, kan kita ibunya tau apa yang menjadi makanan kesukaan anak – anak kami,” ujarnya.

Terpisah, pihak SPPG dapur Rantau Alai Abidel Hoir saat di konfirmasi melalui No WA pribadi, Jumat (8/1/2026) terkait berapa jumlah penerima manfaat dari dapur mereka, tidak memberikan jawaban, malah menyerahkan jawaban kepada pemilik dapur Reta dan ahli gizinya Muhammad Aji Kurniawan.

Sementara, menurut pemilik dapur SPPG Rantau Alai Reta mengatakan dengan tegas, bahwa menu yang mereka sajikan sudah mencukupi angggaran.

“Kita disini mencari barang yang benar-benar yang kualitas yang ada nilai gizi dan ada nilai vitaminnya, dan kita juga menghitung gram dan nilai gizi dari suatu makanan. Kalau mau mencari kenyang, makan nasi sama pekasam (nama makanan daerah), itu pasti sudah bisa kenyang. Dan disini kita dianjurkan oleh bapak prabowo untuk memberikan makanan yang bergizi agar anak bisa pintar dan tidak stunting,” tegasnya.

Menyikapi keluhan wali murid tersebut, dia menambahkan kalau ayam goreng dihitung oleh wali murid hanya 2.000 rupiah itu tidak ada, carilah dari sini sampai ke Palembang pun pasti tidak ada, yang ada malah kita pasti dipukul orang yang punya warung. Nasi hanya dihitung oleh wali murid 2000, nasi kalau kita minta nambah di warung pecel lele saja 5000, buah pir, itu buah pir yang besar dan premium, yang 1 kg hanya dua buah yang kita pakai, bukan yang harga 1kg 15.000 yang buah pirnya ada 5 buah, bagaimana mereka mau makan dagingnya kulitnya saja tebal.

“Karena bagi kami penerimaan manfaat dari dapur kami mereka adalah orang yang spesial bagi kami,” ungkapnya.

Masih kata yang punya dapur, untuk Roti dipesan dari UMKM masyarakat.

“Roti itu kita pesan dari UMKM dari perekonomian rakyat yang kualitasnya memang bagus,bukan roti yang harga 1000 kalau bungkusnya kempes rotinya ikut kempes juga, terus telor sekarang ini 1kg 30 ribu, jumlah 1kg ada 16 atau 17 butir. Dan untuk buah anggur itu kita berikan yang kualitas bagus kualitas A, buahnya bagus dan manis,” bebernya.

Pihak dapur mengajak untuk menyikapi keluhan masyarakat ini dengan bijak.

“Coba kita sikapi dengan bijak kalau hanya sekedar teori, dibandingkan dengan warung yang ada di pinggir jalan yang mengejar pembeli ekonomi kebawah, kita mengejar untuk pembeli menengah keatas untuk dinikmati pembeli menengah ke bawah. Mereka tidak mengerti karena mereka biasa mengkroscek dengan harga yang biasa mereka lihat dan mereka ketemukan dengan harga biasa dan lebih murah. Kita dari SPPG dapur Rantau Alai melihat kualitas barangnya dan kualitas gizinya. Kalau mau kita bisa saja kasih buah pisang, mereka tidak mau karena katanya mereka sudah bosan makan buah pisang, karena di daerah mereka sudah banyak buah pisang,” jelasnya.

Pihak pemilik dapur mengatakan juga bahwa apa yang mereka sajikan sudah sesuai dengan spek yang ada.

“Menurut saya yang kami berikan sudah sesuai dengan spek, sesuai dengan aturan kalau memang kami tidak sesuai dengan aturan pasti kami sudah di protes, jadi kami tidak mungkin menyalahi aturan, dan di dapur kami ini ada SPPG, SPPG itu perwakilan dari BGN kalau kami melenceng pasti kami sudah mendapatkan teguran, dana menu yang kami berikan itu sudah sesuai, cukup 30 ribu untuk masa libur sekolah 3 hari,” jelasnya.

Sementara itu menurut Ahli gizi Dapur MBG Rantau Alai bernama Muhamad Aji Kurniawan mengatakan bahwa, nilai gizi yang mereka berikan sudah cukup, bahkan untuk menu kecil yang harganya Rp 8.000 dengan menu besar yang harganya Rp 10.000 mereka sama ratakan.

“Untuk menu makanan besar 10 ribu, untuk anak SD dari kelas 3 sampai paud itu 8.000 mereka juga kami di beri MB3 (Makanan Bergizi Gratis untuk kelompok B3), jadi dari yang anggarannya 8 atau pun yang 10 ribu kita sama ratakan, susu telor roti dan buah juga kita berikan. Dan biasanya untuk menu basah, biasanya kita beri setengah dari buah pir itu, yaitu 200 gram dan 200 gram itu sudah cukup untuk menambah kalori,” katanya.

Menurut ahli gizi itu sudah sesuai dengan komposisinya untuk memenuhi gizi dan sesuai dengan anggarannya.

“Menu itu sudah memenuhi gizi, dan untuk dana anggarannya pun itu menurut saya sudah cukup, karena bukan untuk membeli bahan menu saja yang harus kami beli, kami juga perlu modal untuk beli teropong dan juga untuk membeli babel web untuk menjaga higienitas untuk menjaga kesegaran buah. itu semua perlu dana tapi tidak bisa dilihat,” bebernya.

Pihak dapur SPPG Ratau Alai komitmen, kedepannya akan terus berbenah diri.

“Kalau ahli gizi tugasnya adalah mengatur menu apa yang harus di beri, kadang apa yang kami beri masih kelihatan buruk di mata orang lain, tetapi kami tetap terus berusaha berbuat yang terbaik,” tegasnya.

Mereka membenarkan bahwa dana anggaran menu untuk anak sekolah tingkat SMP benar dananya 10, untuk biaya sewa gedung 200, dan untuk biaya operasional 300.

Sementara itu menurut anggota DPRD dari Komisi VII Kabupaten Ogan Ilir Amrina Rosada, mewanti para pemberi manfaat MBG, bahwa menu yang diberikan harus cukup sesuai anggaran penerima manfaat.

“Menu MBG yang diberikan harus sesuai dengan anggarannya, tidak boleh sedikitpun dikurangi, kalau untuk balita sampai anak kelas 3 SD itu dana untuk konsumsi 8.000 dan dana anggaran konsumsi untuk anak kelas 4 SD, SMP, SMA dan sampai ibu hamil yaitu 10.000 tidak boleh sedikitpun dikurangi, kalau ada oknum SPPG dapur yang nakal dengan dana anggaran menu tersebut dan mereka sampai ketahuan buat nakal, mereka akan dikenakan sanksi untuk mengambil dana sisa anggarannya ke pemerintah,” jelasnya. Selasa (13/1/2026).

Amrina Rosada berharap, untuk seluruh dapur SPPG tidak boleh bermain-main soal anggaran.

“Saya berharap seluruh dapur SPPG yang ada di kabupaten Ogan Ilir, sebaiknya jangan main-main dengan anggaran menu yang ada, karena dana yang mereka pakai adalah dana keuangan negara,” tutupnya.

Pewarta : Rosita
Editor : Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses