Menjaga Lingkungan Bagian dari Ketakwaan

JAMBI, Beritategas.com – Pembaca Beritategas.com yang di rahmati Allah, jumpa lagi dengan ustadz Sadam Husen.S.Sy. Jumat (2/1/2026) dengan tema “Menjaga Lingkungan Bagian dari Ketakwaan.”

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Bacaan Lainnya

Allah menjadikan bumi ini sebagai fasilitas hidup bagi makhluk-Nya, segala hal yang Allah hadirkan merupakan nikmat yang bisa digunakan oleh manusia, dan termasuk bagian dari mensyukurinya adalah dengan menjaga dan merawat anugerah tersebut dan tidak merusaknya demi kemaslahatan makhluk hidup lainnya.

Allah Ta’ala berfirman:
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا مِنْ رِّزْقِ اللّٰهِ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ

“Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) Allah dan janganlah melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan.” (QS. Al-Baqarah:60).

Islam sebagai agama yang menjadi rahmat untuk semesta mengajarkan pesan-pesan untuk merawat lingkungan dan melarang siapa saja melakukan pengrusakan, maka setiap bentuk kerusakan yang dibuat manusia dinilai sebagai dosa dan kemaksiatan.

Allah menyebutkan sifat manusia saat berkuasa punya kecenderungan melakukan tindakan-tindakan pengrusakan terhadap bumi.

Seperti yang termaktub di dalam surat al-Baqarah 205:
وَاِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْاَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيْهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

“Apabila berpaling (dari engkau atau berkuasa), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak. Allah tidak menyukai kerusakan.”

Imam al-Qurtubi menjelaskan, bahwa bentuk dari kerusakan yang dibuat dalam ayat ini meliputi membakar tanaman dan membunuh hewan.

Imam ath-Thobari menambahkan, bahwa perilaku merusak yang dilakukan manusia membuat mereka layak mendapat laknat dan hukuman. (Tafsir al-Qurthubi, 3/17).

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses