Syukur Dalam Nikmat Sabar Dalam Musibah

JAMBI, Beritategas.com – Hadirin yang di muliakan Alloh swt, pembaca beritategss.com,  marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah swt dengan mengucapkan Alhamdulillah. Dan bersolawat kepada Nabi Muhammad dengan mengucapkan Allahummasollialasaidina muhamad wa aala alisaidina muhammad.

Pembaca yang dirahmati Allah, di hari yang  mulia ini, saya mengajak seluruh hadirin sekalian, terutama diri saya sendiri, agar selalu menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta’ala, yakni dengan menjalankan setiap perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Bacaan Lainnya

Ustad Sadam Husen mengatakan dengan takwa kita dapat berharap mendapat kemudahan pada setiap langkah kehidupan yang kita lalui. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.” (QS.At-Thalaq.Ayat 4).

Judul khutbah kita pada hari ini Jumat (12/12),  lanjut Ustad Sadam Husen, yaitu “Syukur dalam Nikmat, Sabar dalam Musibah”.

Ma’asyiral Muslimin Rokhimakumullah

Akhir-akhir ini, kita menyaksikan musibah banjir dan tanah longsor melanda berbagai daerah. Sebagai orang beriman, kita meyakini bahwa semua ini terjadi dengan izin Allah, sebagai ujian untuk mengukur kesabaran dan keimanan kita. Kita semua tahu bahwa dunia ini adalah tempat ujian dan cobaan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran,
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

Artinya: “Kami pasti akan mengujimu dengan sedikit ketakutan dan kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Sampaikanlah (wahai Nabi Muhammad,) kabar gembira kepada orang-orang sabar.

“Ayat ini menjelaskan salah satu bentuk ujian dari Allah kepada manusia adalah dalam bentuk kehilangan harta. Menurut sahabat Anas ibn Malik, ayat ini diturunkan oleh Allah kepada para sahabat Nabi Muhammad setelah periode Hijrah ke kota Madinah. Mereka dengan suka rela kehilangan (memberikan) harta kepemilikan mereka untuk persiapan perang dan mempertahankan kota Madinah dari serangan kelompok Makkah. Berbeda dengan sebagian kita yang saat ini diuji oleh Allah swt dengan banjir yang mengakibatkan kehilangan harta kepemilikan juga.

Hal ini semuanya merupakan ujian dari Allah swt untuk menguji keimanan mereka dengan mengukur tingkat kesabaran yang merupakan salah satu indikator iman seseorang.

Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw yang dikutip oleh imam al-Baihaqi dalam kitab Shu’ab al-Iman
الْإِيمَانُ نِصْفَانِ نِصْفٌ فِي الصَبْرِ وَنِصْفٌ فِي الشُكْرِ

Artinya: “Iman memiliki dua bagian, satu bagian ada dalam kesabaran dan satu bagian ada dalam bersyukur.”

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Musibah ini mengandung banyak pelajaran:
1 Menguatkan kesabaran dan husnudzan kepada Allah, Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’ ‘Ulumiddin menjelaskan bahwa sifat sabar adalah salah satu pembeda manusia dengan makhluk ciptaan Allah yang lainnya. Malaikat dengan kesempurnaannya tidak memiliki kesabaran, sedangkan binatang dengan keterbatasannya juga tidak memiliki kesabaran.

فَإِنَّ الصَبْرَ خَاصِّيَةُ الإِنْسِ وَلَا يَتَصَوَّرُ ذَلِكَ فِي البَهَائِمِ وَالمَلَائِكَةِ. أَمَّا فِي البَهَائِمِ فَلِنُقْصَانِهَا. وَأَمَّا فِي المَلَائِكَةِ فَلِكَمَالِهَا

“Sesungguhnya kesabaran termasuk keistimewaan manusia yang tidak dapat ditemukan dalam diri binatang dan malaikat. Binatang tidak memiliki kesabaran karena keterbatasannya, sedangkan malaikat tidak memiliki kesabaran karena kesempurnaannya.”
Kita harus yakin bahwa di balik setiap musibah ada hikmah yang mungkin belum kita pahami.

Rasulullah ﷺ bersabda:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah, lalu ia bersabar, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya sebagaimana daun gugur dari pohonnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2 Bertaubat dan memperbaiki diri
Musibah sering menjadi pengingat agar kita kembali kepada Allah, meninggalkan maksiat, dan memperbanyak amal saleh.

3 Menjaga lingkungan
Sebagian bencana terjadi karena ulah manusia yang merusak alam. Allah mengingatkan:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar-Rum: 41)

Maka, mari kita hentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, menebang pohon tanpa reboisasi, dan mengelola lahan secara serakah.

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Hal ini dapat kita pahami dari sabda Nabi Muhammad yang dikutip oleh Imam al-Tirmidzi dalam Kitab Sunan al-Tirmidzi:
إِنَّ عِظَمَ الجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ البَلَاءِ، وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلَاهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ

“Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian. Sesungguhnya jika Allah mencintai sekelompok manusia, maka Allah akan memberikan ujian kepada mereka. Barang siapa yang menerima ujian tersebut dengan kesabaran, maka ia mendapatkan rida Allah. Barang siapa yang tidak terima ujian tersebut dengan kemarahan,maka ia akan mendapatkan murka Allah.”

Hadirin sidang Jumat yang dirahmati Allah,

Semoga sebagian kita yang sedang mengalami musibah banjir selalu diberikan kesabaran oleh Allah swt, sehingga dalam kesulitan yang dihadapi saat ini, Allah swt memberikan bantuan dan pengganti yang lebih baik di dunia terutama di akhirat. Amin, ya Rabb al-‘Alamin.

Pewarta: A. Erolflin
Editor: Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses