Jangan menunda taubat hingga Ramadhan datang, sebab yang menunda kebaikan hari ini, sering kali tertinggal esok hari. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang siap menyambut Ramadhan dengan hati yang hidup dan amal yang terlatih.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Bulan Sya’ban mengajarkan kepada kita bahwa kesuksesan Ramadhan tidak datang secara tiba-tiba. Ia disiapkan dengan kesungguhan sebelumnya. Siapa yang membiasakan diri bermaksiat di Sya’ban, akan berat beribadah di Ramadhan. Namun siapa yang membiasakan diri taat di Sya’ban, akan dimudahkan Allah dalam Ramadhan.
Ust. Sadam mengajak kita semua, marilah kita jadikan Sya’ban sebagai bulan menyiram amal shalih: memperbaiki hubungan dengan Allah, melunakkan hati dari dengki dan permusuhan, serta memperbanyak amal yang tersembunyi.
Semoga ketika Ramadhan tiba, kita benar-benar siap memanen pahala, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Aaamiin.
Pwwarta: A. Erolflin
Editor : Firman














