JAMBI, Beritategas.com – Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, suri teladan bagi seluruh umat manusia, pembawa risalah yang menyinari hati dengan cahaya petunjuk dan kebenaran. Juga kepada keluarga beliau, para sahabatnya yang mulia, serta segenap pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Di kesempatan ini Ust. Sadam Husen mewasiatkan kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ketakwaan itulah sebaik-baik bekal kita menuju perjumpaan dengan Allah.
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat kita agungkan. Ia disebut sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Beberapa hari lagi Ramadhan akan menyapa kita untuk kesekian kalinya. Saat ini kita sudah berada di gerbangnya Ramadhan yakni, 25 Sya’ban 1447H.
Para ulama salaf mengajarkan kepada kita satu pemahaman penting, yaitu bahwa Ramadhan bukanlah bulan untuk memulai segalanya, tetapi bulan untuk menuai hasil dari apa yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Sebuah ungkapan indah dari seorang ulama salaf, Imam Abu Bakar al-Bakhli menjelaskan hal ini dengan sangat dalam.
Beliau berkata:
شَهْرُ رَجَبٍ شَهْرٌ لِلزَّرْعِ، وَشَعْبَانُ شَهْرُ السَّقْيِ لِلزَّرْعِ، وَرَمَضَانُ شَهْرُ حِصَادِ الزَّرْعِ.
“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyiram tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen.” (Lathaif al-Maarif).
Ungkapan ini mengandung pelajaran besar. Orang yang menanam di bulan panen, tidak akan mendapatkan hasil. Sebab hukum kehidupan dan iman sama: tidak ada panen tanpa tanam, dan tidak ada hasil tanpa proses.














