Jembatan Lubuk Rukam–Muara Kumbang Putus, Kini Sudah Mulai Diperbaiki

#Kades Imbau Jembatan Hanya Untuk Kendaraan Roda 2

OGAN ILIR, Beritategas.com — Perbaikan jembatan putus yang menghubungkan Desa Lubuk Rukam dengan Desa Muara Kumbang, Kecamatan Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, mulai dikerjakan. Jembatan tersebut sebelumnya ambruk akibat derasnya arus sungai yang disertai tumpukan tanaman air jenis enceng gondok yang menghantam konstruksi jembatan.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Lubuk Rukam, Muhaidi mengatakan proses perbaikan jembatan sementara telah berjalan selama tujuh hari dan hingga kini berlangsung lancar.

“Alhamdulillah, perbaikan jembatan sudah berjalan sekitar tujuh hari. Insyaallah, jika tidak ada kendala, sekitar 10 hari ke depan bisa selesai,” ujar Muhaidi, Sabtu (7/2/2026).

Ia menjelaskan, selama proses perbaikan berlangsung, jembatan tersebut hanya dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat belum diperkenankan melintas demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi ketentuan ini. Untuk sementara hanya kendaraan bermotor roda dua yang bisa lewat, mobil belum bisa,” jelasnya.

Muhaidi juga mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima pihak desa, pembangunan jembatan permanen berupa jembatan cor beton direncanakan akan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada Agustus 2026 mendatang.

“Kami mohon doa dari masyarakat, semoga pembangunan jembatan cor beton penghubung Desa Lubuk Rukam dan Desa Muara Kumbang ini dapat segera terealisasi sesuai rencana,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar didampingi Kepala Dinas PUPR Kabupaten Ogan Ilir turun langsung ke lokasi jembatan putus tersebut pada hari yang sama setelah menerima laporan dari masyarakat.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan darurat segera dilakukan, mengingat jembatan besi Lubuk Rukam–Muara Kumbang merupakan akses utama penghubung antar desa di wilayah Kecamatan Kandis.

Jembatan tersebut menghubungkan sejumlah desa, di antaranya Desa Muara Kumbang, Desa Lubuk Segonang, Desa Tanjung Alai, Desa Kumbang Ulu, dan Desa Kumbang Ilir, serta menjadi jalur alternatif menuju Kecamatan Rantau Alai. Putusnya jembatan berdampak langsung pada terganggunya aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial masyarakat.

Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memprioritaskan penanganan darurat.

“Kami turun langsung untuk melihat kondisi di lapangan dan memastikan penanganan segera dilakukan. Jembatan ini merupakan akses vital masyarakat dan harus menjadi prioritas,” tegas Panca Wijaya Akbar di lokasi.

Diketahui, jembatan besi tersebut dilaporkan ambruk pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat kejadian itu, jembatan tidak dapat dilintasi oleh kendaraan roda dua, roda empat, maupun pejalan kaki.

Berdasarkan keterangan warga, ambruknya jembatan diduga kuat akibat kombinasi derasnya arus sungai dan tumpukan enceng gondok yang tersangkut di bagian bawah jembatan.

“Kejadiannya cepat sekali. Arus sungai deras dan banyak enceng gondok menumpuk di bawah jembatan, tidak lama kemudian jembatan ambruk,” ujar seorang warga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pusat dapat mempercepat proses perbaikan dan pembangunan jembatan permanen agar mobilitas warga kembali normal dan desa-desa di wilayah tersebut tidak terisolasi.

Pewarta: Dian Rahmadani
Editor : Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses