– Keempat: Teman yang shalih adalah rezeki.
Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban, ‘Alqamah berkata:
“Aku datang ke Syam sebagai orang asing. Aku masuk ke masjid dan salat dua rakaat, lalu aku berdoa: ‘Ya Allah, karuniakan kepadaku teman yang saleh.’ Maka Allah memberiku Abu ad-Darda radhiyallahu ‘anhu”
– Kelima: Lupa saat puasa dan tetap sah, itu rezeki.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa lupa saat berpuasa lalu makan atau minum, hendaklah ia menyempurnakan puasanya, karena Allah-lah yang memberinya makan dan minum.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
– Keenam: Anak adalah rezeki, suami adalah rezeki, dan istri adalah rezeki, serta keluarga secara umum adalah rezeki.
Rasulullah bersabda:
“Apabila salah seorang dari kalian mendatangi istrinya lalu mengucapkan: ‘Bismillah, Allahumma jannibna asy-syaithan wa jannib asy-syaithana ma razaqtana,’ (Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau rezekikan kepada kami) maka jika ditakdirkan memiliki anak, setan tidak akan membahayakannya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah
Rezeki berada di sisi Allah
“Carilah rezeki di sisi Allah.” (QS. Al-‘Ankabut: 17)
“Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi Rezeki, Yang Mempunyai Kekuatan lagi Kokoh.” (QS. Adz-Dzariyat: 58)
Jangan membatasi rezeki hanya pada harta. Kadang harta justru menjadi kesengsaraan. Rezeki sejati meliputi ilmu, kesabaran, teman saleh, keluarga saleh, ketenangan, dan cinta yang halal.
Diakhir pertemuan ini ust. Sadam mengajak, mari kita memohon kepada Allah agar melapangkan rezeki-Nya bagi kita, menjadikannya penolong dalam ketaatan, dan mengaruniakan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Demikian perjumpaan kita, masih banyak hal tentang rezeki, jangan lupa doakan kebaikan untuk saudara-saudara kita di Palestina, dan kebaikan untuk pemimpin kita, semoga Allah Ta’ala mengampuni dan merahmati setiap kita, dan mewafatkan kita semua dalam keadaan husnul khatimah, aamiin.
Pewarta: A. Erolflin
Editor : Firman









