Enam Jenis Rezeki yang Lebih Berharga Daripada Uang

JAMBI, Beritategas.com – Rezeki dalam Islam diartikan sebagai segala hal yang memberikan manfaat kepada makhluk ciptaan Allah. Kata “rezeki” disebutkan sebanyak 123 kali di dalam Al-Qur’an dengan bentuk fi’il, isim dan makna yang berbeda-beda. Makna dari rezeki dalam Islam meliputi pemberian, makanan, hujan, nafkah, pahala atau balasan, surga, syukur dan buah-buahan. Rezeki diberikan dalam dua bentuk, yaitu rezeki zahir dan rezeki batin. Perolehan rezeki telah diterima sejak di dalam rahim hingga di akhirat.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.
Pada kesempatan ini, Jumat, 5 Desember 2025, ustadz Sadam Husen, S.Sy mengajak kita semua, marilah kita terus meningkatkan ketaqwaan kepada Allah ‘Azza wa Jalla dengan menambah kualitas ketaatan seraya memperbanyaknya dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan, serta melimpahkan shalawat dan salam kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Bacaan Lainnya

Kemudian Allah telah menetapkan dan membagi rezeki di antara hamba-hamba-Nya dengan penuh keadilan dan hikmah. Tidak ada satu pun makhluk yang terlepas dari jaminan rezeki-Nya, dan tidak ada yang dapat menghalangi apa yang telah Allah berikan.

Dialah Maha Pemberi Rezeki yang selalu mencukupi kebutuhan makhluk-Nya, meski manusia kadang tidak menyadarinya. Sesungguhnya rezeki telah ditetapkan sejak manusia masih dalam kandungan ibunya. Tidak akan berkurang atau bertambah dari apa yang telah Allah tetapkan. Karena itu, seorang mukmin hendaknya menenangkan hatinya dan tidak diliputi kecemasan dalam urusan dunia. Janganlah kesibukan mencari rezeki membuat seseorang lalai dari ketaatan kepada Allah.

Carilah rezeki dengan cara yang baik dan halal. Hindarilah jalan yang haram, karena harta yang diperoleh dari keharaman akan menghilangkan keberkahan dan membawa kesempitan hidup. Rezeki yang sedikit namun halal lebih baik dan lebih menenangkan hati dibanding harta yang banyak tetapi tercampur dengan dosa. Barang siapa bersabar dan bertawakal dalam mencari rezeki, niscaya Allah akan mencukupkan kebutuhannya dan memudahkan urusannya.

Di antara sebab datangnya rezeki adalah ketakwaan kepada Allah, memperbanyak istighfar dan amal saleh, menjalin silaturahmi, serta menolong sesama. Dengan hati yang bersih, niat yang tulus, dan usaha yang sungguh-sungguh, Allah akan membukakan pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Perbanyaklah bersyukur atas nikmat yang ada, karena dengan syukur, rezeki akan bertambah dan kehidupan menjadi penuh keberkahan.

Menurut ust. Sadam, ketika sebagian orang mendengar kata rezeki, mereka menyangka bahwa maksudnya hanyalah harta. Padahal tidak demikian.

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses