PANGKEP, Beritategas.com – Tidak semua pemimpin lahir dari ruang rapat dan meja birokrasi. Sebagian ditempa di lapangan, dalam tekanan, dalam keputusan cepat, dan dalam kerja kolektif yang menuntut ketenangan serta ketegasan.
Dari ruang itulah nama Hapliluddin dikenal, seorang maestro lapangan tengah di dunia sepak bola, yang kini dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Di lapangan hijau, posisi gelandang tengah bukan sekadar penghubung. Ia adalah pengatur tempo, penjaga keseimbangan, pemecah kebuntuan, sekaligus benteng pertama ketika tekanan datang.
Karakter itulah yang selama ini melekat pada Hapliluddin. Tenang, disiplin, visioner, dan mampu membaca situasi sebelum orang lain menyadarinya.
Kini, nilai-nilai tersebut dibawa ke medan pengabdian yang lebih luas, penegakan ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.
Penunjukan Hapliluddin sebagai Kasatpol PP Pangkep bukanlah keputusan tanpa pertimbangan.
Rekam jejak kepemimpinannya mencerminkan figur yang memahami arti komando, loyalitas, serta kerja tim. Ia dikenal tidak reaktif, tetapi tegas. Tidak keras, tetapi berprinsip.
Dalam dinamika penegakan peraturan daerah yang kerap bersinggungan langsung dengan masyarakat, karakter semacam ini menjadi kebutuhan mutlak.
Sebagai pimpinan Satpol PP, Hapliluddin dihadapkan pada tantangan kompleks. Menjaga ketertiban umum, menegakkan peraturan daerah, sekaligus memastikan pendekatan yang humanis dan berkeadilan.
Baginya, Satpol PP bukan sekadar aparat penindak, melainkan institusi pelayanan publik yang hadir untuk menciptakan rasa aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Di lapangan sepak bola, kemenangan tidak diraih oleh satu orang. Ia lahir dari disiplin, strategi, dan kepercayaan antar pemain. Prinsip yang sama berlaku dalam birokrasi dan penegakan aturan,” tegas Hapliluddin kepada awak media. Rabu (4/2/2026).
Ia menekankan pentingnya transformasi internal Satpol PP Pangkep agar semakin profesional, responsif, dan adaptif terhadap dinamika sosial.
Penguatan kapasitas personel, peningkatan koordinasi lintas sektor, serta pendekatan persuasif kepada masyarakat menjadi fokus utama kepemimpinannya.
Lebih jauh, Hapliluddin juga menaruh perhatian pada citra Satpol PP di mata publik. Ia ingin institusi ini dipahami sebagai mitra masyarakat, bukan momok yang ditakuti.
Penegakan aturan, menurutnya, harus berjalan seiring dengan edukasi, dialog, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal.
Dengan latar belakang kepemimpinan yang teruji di “lapangan”, Hapliluddin diyakini mampu mengatur ritme kerja Satpol PP Pangkep secara efektif.
Menentukan kapan harus bertahan, kapan menekan, dan kapan membangun serangan solusi. Seperti seorang gelandang tengah yang matang, ia hadir bukan untuk mencari sorotan, melainkan memastikan seluruh tim bergerak harmonis menuju tujuan bersama.
Kini, dari lapangan hijau ke ruang pengabdian publik, Hapliluddin melangkah dengan semangat yang sama: sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab.
Masyarakat Pangkep menaruh harapan besar, agar di bawah kepemimpinannya, Satpol PP tampil lebih berwibawa, humanis, dan menjadi pilar utama dalam menjaga ketertiban serta martabat daerah.
Pewarta : Awaluddin
Editor : Firman














