Sebelum Ramadhan, Bupati Bursah Zarnubi Minta Lahan PT KAI Bebas Warung Remang Remang

LAHAT, Beritategas.comKeberadaan kafe remang-remang di Kabupaten Lahat, secara perlahan mulai berkurang. Warga yang berada di kafe berkedok warung asmara itu, bahkan kompak lakukan penutupan paksa. Seperti yang sebelumnya dilakukan warga Desa Tanjung Payang Kecamatan Lahat Selatan, warga di Kecamatan Kikim Barat dan warga Desa Batay Kecamatan Gumay Talang.

Namun, meski sudah ada contoh penutupan paksa dari warga, keberadaan kafe remang-remang di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, masih berdiri dan beroperasi seperti biasanya. Hal itu rupanya cukup buat Bupati Lahat, Bursah Zarnubi jadi geram. Menurut Bursah, keberadaan kafe remang-remang tersebut bukan hanya jadi tempat maksiat, tapi juga buat nama Kabupaten Lahat terlihat gelap.

Bacaan Lainnya

“Ini tidak boleh dibiarkan berlarut. Saya yakin disana juga jadi tempat peredaran miras dan narkoba. Sedangkan kita (Pemkab Lahat), sudah menyatakan perang terhadap narkoba,” kata Bupati Lahat, Senin (2/2/2026).

Lanjut, Bupati Lahat mengatakan dari yang ia pantau, kafe remang-remang di Desa Muara Lawai itu ada yang berdiri di dekat rel Kereta Api, berada persis di pinggir jalan lintas Sumatera (Jalinsum), yang pasti dilewati banyak orang. Aktivitasnya selain jadi tempat karoke, hiburan malam, dipastikan jadi tempat peredaran minuman keras dan narkoba. Bahkan bisa saja, dijadikan tempat prostitusi oleh pemilik kafe tersebut.

“Keberadaan kafe remang-remang disana itu, tidak membawa keuntungan bagi warga Lahat. Jadi harus ditertibkan, harus ditutup,” tegas Bupati Lahat.

“Sebelum masuk bulan Ramadhan, Tanah tanah PT KAI harus bebas dari bangunan liar, yang di gunakan untuk warung Remang Remang, kami tidak ingin PT KAI ikut berkontribusi merusak akhlak warga Lahat,” harapnya.

Sementara, Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti menerangkan, terkait laporan keberadaan kafe remang-remang di Desa Muara Lawai yang disebut dekat dengan rel kereta api, saat ini tengah pihaknya periksa. Apakah benar lokasi bangunan kafe tersebut masuk dalam aset PT KAI atau tidak.

“Kita tanyakan dahulu kepada unit yang terkait, lokasi itu masuk aset kita atau tidak,” terang Aida.

Pewarta : Irwan
Editor : Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses