Menjaga Lingkungan Bagian dari Ketakwaan

Lingkungan yang tercemar mengganggu kenyamanan publik, dan hal tersebut termasuk dosa. Nabi juga melarang untuk kencing di air tergenang yang tidak mengalir, secara fikih hal tersebut dapat membuat air yang bervolume sedikit menjadi najis sehingga tidak bisa diperuntukan dalam ibadah, adapun secara tinjuan ekologi, maka yang demikian adalah perbuatan mencemari sumber air.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam juga berpesan untuk selalu memperhatikan fasilitas publik, tempat-tempat yang diakses secara kolektif oleh orang banyak.

Bacaan Lainnya

Nabi memasukkan tindakan-tindakan penjagaan terhadap lingkungan adalah bagian dari sedekah dan kebaikan.

“Menghilangkan gangguan dari jalan adalah sedekah.”( HR. Bukhari & Muslim).

Ketiga, menghasung penghijauan dengan menanam pohon.
Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam juga berbicara soal isu penghijauan lingkungan dan reboisasi. Padahal beliau tinggal di tengah gurun pasir, bukan di tengah hutan hujan tropis. Tapi Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam berbicara soal isu ini.

Beliau bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman kecuali itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Bahkan pesan tentang memberikan kemanfaatan ekologis ini disampaikan dengan sebuah metafora yang sangat kuat :

إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَبِيَدِ أَحَدِكُمُ الْفَسِيلَةُ فَلْيَغْرِسْهَا

“Jika kiamat telah tiba sementara di tangan salah seorang dari kalian ada benih, maka tanamlah ia.” HR. Ahmad.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam mungkin tidak pernah menyaksikan beragam jenis hutan dan pepohonan, lewat wahyu ilahi Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam menuntun kita untuk punya perhatian terhadap lingkungan.

Ini semua adalah satu bagian kecil yang menunjukkan kepada kita bahwa Islam benar-benar agama yang membawa rahmat untuk seluruh alam dan mahkluk hidup di dalamnya.

Islam bukan hanya bicara soal isu-isu spritual, tapi juga bicara soal isu sosial, lingkungan hidup dan menjadikan semuanya punya irisan yang dekat dan kuat dalam ekspresi ketakwaan seorang hamba di hadapan Allah Ta’ala.

Marilah kita berdoa kepada Allah subhanahu wata’ala, semoga kita menjadi bagian dari orang-orang yang beruntung yaitu orang yang selalu berada dalam naungan, ampunan, dan rida-Nya. Di samping itu, semoga kita juga termasuk orang yang bertakwa, dijauhkan dari segala musibah, baik di dunia maupun di akhirat.

Pewarta: A.Erolflin
Editor: Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses