Menjaga Lingkungan Bagian dari Ketakwaan

Manusia yang merusak memang layak mendapat laknat, karena mereka menjadi sebab terjadinya kesulitan bagi makhluk hidup yang lain.

Merusak sumber kehidupan dan tempat hidup makhluk lainnya. Kerakusan dan kedzaliman manusia menyebabkan kerusakan di daratan dan lautan.

Bacaan Lainnya

Allah berfirman :
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Rum: 41).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah.

Allah melalui Nabi-Nya shalallahu ‘alaihi wa salam memberikan pesan-pesan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.

Isu-isu ekologis sudah mendapat tempat dan perhatian oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam.

Nilai-nilai ini seharusnya menjadi pedoman bagi seorang muslim dalam berinteraksi dengan lingkungan di mana ia hidup dan tinggal.

Pertama, Bijak Menggunakan Air.
Ini adalah pesan tentang penggunaan sumber daya alam secara benar dan bertanggung jawab. Karena yang berhak menikmati sumber daya alam adalah seluruh makhluk.

Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
اَلْمُسْلِمُوْنَ شُرَكَاءُ في ثلَاَثٍ فِي الْكَلَإِ وَالْماَءِ وَالنَّار

“Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara yaitu padang rumput, air dan api.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Syaikh Wahbah az-Zuhaili menjelaskan hal itu dalam kitabnya, al-Fiqih al-Islamy wa Adillatuhu, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda, manusia itu serikat dalam tiga hal, yaitu air, padang rumput, dan api’.

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses