Kades Dan Perangkat Desa Di Ogan Ilir Sudah Tes Urine, Diantaranya Ada Yang Terindikasi Positif Narkoba

OGAN ILIR, Beritategas.com – Kades dan Perangkat Desa di 10 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan sudah melakukan tes urine guna melaksanakan himbauan dari Gubernur Herman Deru dalam rangka mendeteksi dini penyalahgunaan narkoba.
Kecamatan Rantau Alai adalah kecamatan di nomor urut ke 10.

Menurut kepala BNN Ogan Ilir Irvan Harsanto berdasarkan hasil tes urine dari 10 kecamatan, kades dan perangkat desa yang sudah melakukan tes urine di kantor kecamatannya masing-masing ada yang terindikasi positif narkoba. Hal tersebut dikatakannya di saat melaksanakan tes urine para kades dan perangkat desa di kantor Camat kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir, Senin (22/12/2025).

Bacaan Lainnya

“Kepala Desa dan perangkat desa yang sudah di tes urine ada yang terindikasi positif narkoba, cuma masih ada proses selanjutnya. Karena Indikasi tersebut mungkin bisa muncul dari berbagai faktor, obat yang dikonsumsi oleh peserta tes ini. Oleh karena itu, kami menindaklanjutinya dengan uji laboratorium provinsi Polda Sumsel, sehingga hasil dari laboratorium nanti hasilnya sudah ilmiah, tidak bisa di perdebatkan lagi antara pihak BNN dengan yang melakukan tes urine, hasilnya sudah Final,” ungkapnya.

Ditegaskannya, untuk peserta tes urine ini jika ada yang terindikasi, hasil final positif narkoba akan dilakukan program rehabilitasi dengan yang bersangkutan.

“Karena kita menganggap bahwa tujuan melakukan tes urine ini, mendeteksi dini penyalahgunaan narkoba bukan untuk mengambil tindakan hukum, kegiatan ini juga dilakukan untuk mendeteksi dini sebagai peringatan awal bagi Camat untuk mengambil langkah-langkah selanjutnya, kerana narkoba sudah memasuki wilayah tugasnya,” ujarnya.

Tes urine ini lanjutnya, hanya untuk jangka pendek, bukan jangka panjang.

“Bagaimanapun kita harus mendukung program pemerintah daerah yaitu Dinas PMD, tes urine ini lebih cepat tau hasilnya dan dananya juga lebih murah di bandingkan dengan tes rambut atau dari tes darah,” terangnya.

Dikatakan lebih lanjut, biarpun tes urine ini jangka pendek tapi bisa mengurai perkiraan, karena bagi pecandu berat pastinya tidak bisa serta merta untuk menghentikan pemakaian.

“Jadi bagi orang yang sudah memang kecanduan, dia tidak bisa mengkonsumsi narkoba itu dalam satu atau dua minggu. Dirinya ada rasa dorong untuk mengkonsumsi narkoba, sehingga alat tes urine ini pasti juga efisien mendeteksi atau menggambarkan mereka-mereka yang sudah memakai,” jelasnya.

Sementara itu menurut Camat Rantau Alai Febrina Mudianti, SP,. M.Si., mengatakan bahwa dirinya selalu Camat sudah selalu memberi arahan kepada seluruh kepala desa, perangkat desa serta seluruh masyarakat di wilayah kerjanya.

“Untuk peserta tes urine hari ini, Alhamdulillah, seratus persen hadir semua walaupun ada yang agak terlambat hadirnya di karenakan ada kendala di perjalanan, dan saya sebagai camat/pembina sudah sering sekali wanti-wanti terutama kepada kepala desa untuk tidak menggunakan apalagi memakai narkoba, karena sudah banyak hal-hal di luar sana tidak ada hal positif untuk narkoba,” katanya.

Selaku camat Rantau Alai, dirinya merasa yakin di kecamatan bebas narkoba.

“Kalau memakai, kasat mata Insya Allah saya selaku camat Rantau Alai yakin para kades dan juga perangkat desa bersih dari narkoba, walaupun ada yang terindikasi positif pemakai narkoba, kami siap mendukung untuk direhabilitasi,” ujarnya.

Pewarta : Rosita
Editor : Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses