UNJA Targetkan 80 Persen Proposal Lolos Melalui PPK ORMAWA 2026

JAMBI, Beritategas.com – Organisasi mahasiswa (Ormawa) Universitas Jambi (UNJA), mengikuti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) 2026.

Melalui partisipasi pada Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK ORMAWA) 2026, Ormawa UNJA diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai motor perubahan yang menghadirkan program-program kolaboratif, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat luas, ujar Ketua Tim Kerja Hubungan Masyarakat UNJA, Tri Imam Munandar, S.H., M.H, di Jambi Selasa (31/03/2026).

Bacaan Lainnya

”PPK Ormawa merupakan program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mendorong organisasi kemahasiswaan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program pengabdian berbasis kebutuhan desa atau kelurahan,” ungkap Imam.

Program ini mendorong Ormawa menghadirkan gagasan kegiatan yang nyata, berdampak, dan bermanfaat bagi masyarakat, dengan dukungan pendanaan Kemdiktisaintek.

Berdasarkan jadwal kegiatan PPK Ormawa Tahun 2026, penawaran proposal dan subproposal dibuka sejak bulan Februari 2026, dengan batas akhir pengajuan proposal pada 31 Maret 2026.

Untuk menghadapi hal tersebut beberapa waktu yang lalu bertempat di Auditorium UNIFAC Universitas Jambi (UNJA) telah diselenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Tahun 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UNJA Helmi, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hafrida, S.H., M.H., Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum Prof. Dr. Ir. Depison, M.P., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Fauzi Syam, S.H., M.H., serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Revis Asra, S.Si., M.Si. Turut hadir Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni dari tiap fakultas, Ketua Satgas PPK ORMAWA UNJA Dr. Ir. Fuad Muchlis, S.P., M.Si., tim satgas, serta mahasiswa peserta Bimtek PPK ORMAWA UNJA 2026. Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber Dr. Sahran Saputra, S.Sos., M.Sos.

Pada kesempatan tersebut menurut Imam, Rektor berharap melalui program PPK ORMAWA 2026, visi “Kampus Berdampak” dapat diwujudkan. Visi ini menekankan bahwa setiap inovasi dan karya mahasiswa tidak hanya berorientasi pada kemenangan dalam kompetisi nasional, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata yang saling menguntungkan bagi perguruan tinggi dan masyarakat luas.

“UNJA terus meningkatkan peran mahasiswa yang dibimbing oleh dosen, Wakil Dekan III, dan Wakil Rektor III untuk terus berkarya dan berinovasi agar unggul dalam kompetisi. Dengan adanya apresiasi atas prestasi yang diperoleh, kegiatan ini, dari hulu hingga hilir, merupakan wujud dari ‘Berdampak’. Berdampak yang dimaksud adalah UNJA dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Begitu juga sebaliknya, kegiatan tersebut bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, hingga universitas. Jadi, dampaknya memang bersifat timbal balik,” ujar Imam

Ditambahkan Prof. Fauzi Syam selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni berharap PPK ORMAWA tidak sekadar menjadi ajang penulisan proposal, melainkan aksi nyata mahasiswa dalam memecahkan masalah agar visi “Kampus Berdampak” benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Kegiatan PPK ORMAWA ini adalah agenda tahunan strategis dari kementerian. Kegiatan ini bukan hanya soal menulis proposal, tetapi yang paling penting adalah menekankan kemampuan mahasiswa memecahkan masalah dan bekerja bersama masyarakat desa sehingga ‘Kampus Berdampak’ terwujud secara nyata,” ujar Prof. Fauzi Syam.

Sedangakan Dr. Fuad Muchlis, selaku Ketua Satgas PPK ORMAWA, menargetkan peningkatan capaian dengan sasaran 80 persen (8 proposal) lolos pendanaan dan minimal 4 proposal melaju ke Abdidaya 2026.

“Kita memang pernah jaya. Di tahun 2024 kita pernah lolos 11 proposal pendanaan Abdidaya. Di 2023 kita lolos 6 proposal, dan tahun 2022 kita lolos 2 proposal. Namun, pada 2025 lalu kita hanya lolos satu proposal. Kita berbaik sangka saja kepada kementerian, mungkin karena faktor efisiensi. Namun, di tahun 2026 ini kita harus mengukir sejarah kembali. Paling tidak dari 10 sub-proposal yang dikirim, kita menargetkan delapan puluh persen lolos pendanaan dan minimal empat tim melaju ke Abdidaya 2026,” pungkas Dr. Fuad Muchlis.

Dengan adanya diselenggarakannya Bimtek, UNJA berharap dapat membekali mahasiswa dengan strategi yang tepat untuk menembus seleksi nasional. Semangat untuk mengulang kejayaan masa lalu kini dipadukan dengan visi “Kampus Berdampak” guna memastikan setiap pengabdian mahasiswa memberikan perubahan signifikan bagi kemajuan masyarakat desa dan universitas.

Setelah tahap seleksi selesai, program yang lolos pendanaan akan melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa atau kelurahan pada periode 2 Juni hingga 2 Oktober 2026.

Melalui PPK Ormawa, mahasiswa tidak hanya belajar merancang program, tetapi juga mempraktikkan langsung kepemimpinan, kolaborasi, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Dengan keterlibatan aktif dalam PPK Ormawa, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus,” harap Imam.

Pewarta : A.Erolflin
Editor : Firman

Ikuti Berita Kami di :KLIK DI SINI Atau GABUNG DI SINI
banner 300x250banner 300x250banner 300x250banner 300x250

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses